Romantic

Ada macam-macam romantis dalam tulisan. Mari kita ulas satu per satu.

Romantis agamis. Beberapa tahun belakangan ini sedang trend novel romantis agamis. Romantis dari sudut pandang agamis adalah sesuatu yang tinggi yang hanya boleh dipersembahkan atas nama Tuhan. Padahal manusia harus berinteraksi dengan berbagai pemahaman yang tidak sama tentang Tuhan walaupun dalam agama yang sama. Akibatnya, dalam novel-novel romantis ada benang merah yaitu pengorbanan. Ketidaksamaan dalam memandang Tuhan diharapkan terkikis dengan pengorbanan-pengorbanan tersebut. Oleh karena itu hampir dapat dipastikan romantisme dalam novel agamis juga dibanjiri dengan airmata. Berbeda dengan syair atau puisi. Siapa yang tidak mengenal Jalaluddin Rumi dan Rabiah Al Adawiyya? Syair dan puisi agamis umumnya romantis yang berisi penyanjungan dan cinta yang menggebu-gebu. Membacanya membuat dada berdesir. Maka dari itu banyak syair dan puisi agamis yang sebenarnya ditujukan untuk Tuhan, secara salah kaprah digunakan sebagai ucapan kartu valentine.

Romantis satire. Saya tidak mengerti mengapa kebanyakan satrawan besar Indonesia gemar menulis romantisme secara satire. Romantisme yang bergelap-gelap dan bermuram-muram. Romantisme tidak jarang digambarkan secara kotor melalui tokoh-tokoh pelacur, baik dalam cerpen, novel ataupun puisi. Apakah untuk menyandang gelar sastrawan besar di Indonesia harus memandang romantisme segalak itu? Jika anda sedang mengambil program master dibidang sastra atau psikologi, bagus sekali menelitinya dari segi psikoanalis para pengarangnya.

Romantisme metropolitan. Beberapa tahun lalu sempat trend novel-novel romantis berlatar belakang metropolitan. Novel-novel ini menggambarkan romantisme secara vulgar bahkan menjurus ke porno jika pembacanya tidak cukup dewasa. Romantisme dikaitkan dengan pemuasan gairah seksual.

Romantisme ABG. Kiranya ini sudah tidak mungkin saya tulis, karena jamannya sudah berbeda. Kalau saya menulis romantisme yang seperti ini tentu akan menjadi bahan tertawaan. ABG jaman saya dulu sangat berbeda dengan ABG saat ini. ABG saat ini lebih berani mengekspresikan romantisme. Jika dibaca teenlit yang sekarang semarak di toko buku, rasanya jarang yang mengungkapkan romantisme secara malu-malu atau takut-takut seperti ABG jaman saya. Romantisme ABG sekarang lebih tembak langsung.

Romantisme komedi. Indonesia miskin tulisan tentang komedi romantis. Padahal di buku-buku asing sangat banyak, dan yang sudah difilmkan di Hollywood juga banyak. Kalau toh ada, berupa teenlit ngocol yang sekarang juga sedang trend di toko buku. Mungkinkah orang dewasa Indonesia sudah tidak bisa memandang romantisme dengan ringan dan lucu karena beratnya beban hidup?

Romantisme keluarga. Baik Indonesia maupun dunia miskin tema seperti ini. Tema yang mengungkapkan romantisme secara santun seperti Little House on The Prairie. Romantisme yang diekspresikan sejalan dengan nilai-nilai keluarga dan kebaikan. Mungkinkah tema ringan ini justru terasa berat untuk kehidupan saat ini hingga dirasa tidak menarik dan absurd?

Romantisme petualangan. Sebenarnya ini jenis yang paling saya sukai. Petualangan yang diselingi kisah romantis ala Indiana Jones. Sayangnya inipun kurang menarik minat pengarang. Hanya segelintir pengarang asing yang masih menulis romantisme jenis ini, misalnya Amy Tan. Di Indonesia, Andrea Hirata masih bisa saya harapkan.

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s