Hujan dan Teduh

[Resensi] Hujan dan Teduh – Wulan Dewatra

Oleh : Andika

Kesan pertama ketika seseorang selesai membaca sebuah buku pasti akan meninggalkan bekas yang akan diingat selalu. Hal ini juga terjadi pada saya ketika selesai membaca novel terbitan GagasMedia ini. Wulan Dewatra dengan ‘Hujan dan Teduh’ –nya membawanya menjadi juara pertama dari salah satu perlombaan yang diselenggarakan oleh penerbit tersebut.

Yang membuat saya tertarik dari novel ini adalah judulnya, ‘hujan dan teduh.’ Hal yang pertama terlintas di benak saya adalah pasti suatu kisah yang si tokoh utamanya tersakiti sehingga membuatnya jatuh dan akhirnya muncul tokoh lain yang dapat membuat tokoh utamanya bangkit untuk melanjutkan hidup. Tapi ternyata apa yang saya pikirkan berbeda, tidak sepenuhnya salah juga sih. ^^ Wulan Dewatra menyajikan sebuah cerita yang begitu berbeda dan dengan menjadi berbeda inilah yang membuat novel ini mempunyai kharismanya tersendiri. Novel ini begitu ikhlas, seperti itulah saya mendeskripsikan novel ini.

Ketika membaca di halaman awal mungkin kita akan dibuat sedikit pusing karena alur cerita yang flash back kadang kala di selipkan. Tidak perlu khawatir karena sebetulnya sepenggal kisah yang flash back inilah yang menuntun kita mengetahui asal-muasal konflik di novel ini.

Berawal dari Bintang yang menjadi tokoh wanita utama, bila di deskripsikan Bintang adalah seorang gadis muda berparas manis, tinggi, dengan rambut panjang yang tergerai yang baru saja menyelesaikan masa-masa SMA-nya di Bandung dan meneruskannya pendidikannya ke salah satu Universitas di Jakarta.

Bintang memutuskan untuk pindah ke Jakarta kerana adanya masalah yang begitu pelik yang dihadapinya semasa SMA sudah cukup membebaninya. Masalah yang seharusnya tidak dialami oleh gadis seusianya.

Kehidupannya di Jakarta pun tidak sepenuhnya berjalan lancer. Kejadian yang menimpa satu-satunya usaha keluarganya mengalami masalah tapi hal ini membuat Bintang menjadi gadis yang jauh lebih kuat. Hingga pertemuannya dengan Noval yang membawanya kesebuah masa depan yang tidak terduga sebelumnya oleh siapa pun.

Ada kalimat dalam novel ini di yang membuat saya agak miris, dikutip dari halaman 187, “Cintailah laki-laki. Agar lo nggak perlu bersembunyi untuk mencintai seseorang.” Kata-kata yang sangat mendalam dan penuh makna. Kemudian juga dikutip dari halaman 203, “Biar masa lalu pergi, aku tetap di sini.” Novel ini dapat saya katakan kaya akan nilai-nilai kehidupan.

Bahasa yang disampaikan oleh Wulan Dewatra begitu mudah untuk dimengerti membuat kita sebagai pembaca akan dimanjakan dengan novel ini. Seperti yang saya katakan sebelumnya novel ini begitu ikhlas, mengalir apa adanya, dan begitu jujur. Yang membuatnya layak untuk dibaca.

Rate: ✔✔✔✔✔

Judul : Hujan dan Teduh

Pengarang : Wulan Dewatra

Tahun Terbit : 2011

Penerbit : GagasMedia

Jumlah Hal : 256 halaman

Kategori : Fiksi, Novel, Life

Ukuran: 13 x 19 cm

Harga : Rp. 43.000,-

ISBN: 979-780-498-4

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s