MetroPop

Setelah tidak asing dengan dua istilah subgenre novel populer tersebut, kemudian muncul kembali subgenre baru yang tampak asing dan belum banyak dikenal, yaitu metropop. Metropop ini diciptakan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU). Apabila Anda melihat cover depan yang dipenuhi dengan gambar “khas” novel populer (oya, cover atau sampul juga menjadi salah satu ciri novel populer. Warna-warna cerah biasa menjadi pilihan warna cover novel populer), dan (pastinya) terbitan GPU, coba lihatlah cover belakangnya. Kalau ada label metropop di kanan atas, berarti Anda telah menemukan novel metropop.

Rasa penasaran saya terhadap (kemungkinan) subgenre baru itu semakin menjadi (hehe) setelah melihat bahwa novel metropop itu lumayan digemari di salah satu jejaring sosial. Akhirnya saya memutuskan untuk mengetahui lebih jauh perkembangan metropop ini. Setelah melakukan penelitian yang “menyakitkan”, saya akhirnya mengetahui asal-usul metropop dan perkembangannya di masyarakat, meski baru dilihat dari penilaian penerbit (karena saya tidak melakukan penelitian kuantitatif alias tidak menyurvei ke lapangan). Kalau dijelaskan panjang lebar, pasti jadi luas. Jadi, tentang novel metropop ini akan saya jelaskan singkat, kalau beneran luas, jadi bikin skripsi lagi

Ada kriteria yang kemudian diciptakan GPU dalam novel metropop. Kriteria ini ditunjukkan saat diadakan sayembara penulisan novel metropop pada tahun 2005. Tapi, kemudian kriteria inilah yang membangun bagaimana isi novel metropop itu terbentuk. Dalam novel metropop, tema cerita tidak ditentukan, tetapi Gramedia mengharuskan tema cerita berkaitan dengan kehidupan metropolitan. Gramedia menyebutkan bahwa tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel-novel Metropop merupakan tokoh yang dekat dengan kehidupan masyarakat urban Indonesia karena penulisan novel Metropop dilakukan oleh pengarang Indonesia. Perkotaan adalah latar fisik yang terdapat dalam novel metropop. Latar sosial yang digambarkan dalam novel-novel metropop yaitu mencakup gaya hidup masyarakat urban Indonesia, khususnya orang-orang dewasa muda, dan bahasa sehari-hari yang ditulis dengan ringan dan santai. Novel metropop dikategorikan sebagai novel-novel dewasa oleh Gramedia. Gramedia pun menjelaskan bahwa karya-karya Metropop dapat dibaca oleh siapa pun, baik perempuan maupun laki-laki dewasa. Selain itu, Gramedia juga menyebutkan bahwa metropop ditujukan untuk pembaca Indonesia karena tokoh-tokoh di novel ini dekat dengan kehidupan masyarakat urban Indonesia.

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s